Belajar Merajut Damai di Puja Mandala Bali

LOKAKARYA LINTAS IMAN

(ditulis oleh: cantrik Yeni Wulandari)

Saya menghadiri Lokakarya Lintas Iman bagi Pendamping dan Anak dengan tema Perdamaian bagi Anak, di Kompleks Puja Mandala Bali. Kegiatan ini diprakarsai oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia dIMG_20141128_082800an Gereja Mitra PKN. Saya sendiri bersama ibu asrama Padepokan Mardika menjadi perwakilan dari Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ). Kami diutus karena acara ini untuk pendamping dan anak, sedangkan saya adalah cantrik Padepokan Mardika, asrama putri lintas iman yang dimiliki GKJ Purwodadi Grobogan. Berikut cerita saya:

HARI PERTAMA :

Acara pertama lokakarya lintas iman kami semua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian sambutan, dilanjutkan perkenalan dan orientasi program.

Acara berikutnya Realita Kekerasan Terhadap Anak oleh Ibu Luh Debora Murthy yang menjelaskan tentang Kasus Tere. Kasus Tere yaitu Anak Perempuan yang berumur 11 tahun, kelas 6 SD. Dia anak sulung dari 5 bersaudara, dari keluaga miskin. Semenjak Bapak dan Ibunya berpisah, si Tere diasuh oleh Om dan Tantenya di Bali. Sejak umur 9 tahun si Tere mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh omnya sendiri.  Si Tere ini dipekerjakan oleh Om dan Tantenya sebagai tukang cuci di rumah tetangga – tetangganya. Waktu si Tere mencuci, ternyata tetangganya memperhatikan perubahan bentuk badannya yang semakin membesar. Tetangganya curiga dan menyelidikinya. Dan kemudian tetangganya tau bahwa si Tere ini Hamil 7 Bulan dan dilaporkan ke pihak kepolisian, serta omnya dipenjara selama 5 tahun.

Ada kasus lagi yaitu Kasus Wati. Kasus Wati yaitu Anak Perempuan berusia 16 tahun yang juga mengalami pelecehan seksual. Dari keluarga miskin, anak yatim yang sakit – sakitan. Karena tidak punya biaya untuk berobat ke Dokter, keluaga menyarankan untuk berobat ke Dukun. Untuk berobat ke dukun si Anak harus menginap di tempat dukun ini selama 1 bulan. Untuk menyembuhkan penyakitnya itu, dengan cara memasukan anunya  si dukun itu kedalam anunya si anak sehingga Anak itu Hamil. Karena tidak berani melapor dan takut dikucilkan, kakaknya mengantarkan adiknya untuk disembunyikan.

Dari kasus – kasus diatas, itu karena faktor Kemiskinan, Budaya Patriakal, Rendahnya Pengetahuan Masyarakat, Birokrasi yang Kurang Peka, Penegakkan Hukum yang Masih Agak Tumpul.

Acara berikutnya di isi oleh Bpk. I Gede Arya Sena,M.Kes dan Bpk. Drs. KH Mustafa Al Amin,SH, M. H.I yang membahas Keluarga, Adat/ Budaya dan Lembaga Agama sebagai Komunitas Pendidikan Perdamaian Bagi Anak.

Acara berikutnya oleh Bpk. Br. Heribertus Irianto yang membahas tentang Membangun Komunitas Damai Untuk Anak. Beliau menjelaskan, Apa yang kita lakukan untuk Membangun Komunitas Damai Untuk Anak? Yaitu dengan cara membangun ruang berinteraksi dengan beberapa langkah kecil : Mencari Kawan, Menggalang Dana, Mencari Alasan Untuk Kegiatan Bersama. Contoh : pada Hari Kemerdekaan, Tahun Baru, Idul fitri, Imlek, dan Natal. , Merencanakan kegiatan Bersama, Menyelenggarakan Kegiatan Bersama, dan Memberikan Tentang Kenyataan Keberagamaan.

Beliau juga menampilkan video persahabatan seorang anak yang berbeda agama namun saling membantu satu sama lain. Dan juga memberi berbagai jenis permainan yang menarik.

HARI KEDUA :

Di Hari Kedua ini membahas Rencana Tindak Lanjut (RTL). Kemudian penutupan Lokakarya Lintas Iman Pendamping Anak.

Dilanjutkan Pembukaan Lokakarya Lintas Iman bagi Anak-anak. Pertama menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Kemudian anak-anak tersebut dibagi menjadi 3 kelompok. Ada kelompok merah, biru, dan hijau. Masing-masing kelompok itu di bagi lagi menjadi 3. kelIMG_20141128_145103ompok pertama membuat menara, kelompok kedua memasak dan kelompok ketiga menjadi mesin. Kelompok pertama dan kedua tempatnya diluar ruangan. Sementara kelompok ketiga tetap tingal diruangan dan mempersiapkan gerakkannya.

Selesai acara setiap perwakilan kelompok menjelaskan mesin apa yang mereka peragakan. Kemudian dilanjutkan berbagai permainan, nyanyian dan sebagainya yang membuat senang anak-anak hingga acara selesai. Dan penutupan acara Loka Karya Lintas Iman.

Kesan :

Dari Pengalaman yang saya dapat di Lokakarya Lintas Iman itu sangat mengesankan dan luar biasa. Soalnya langka sekali saya berada di tengah-tengah orang-orang pintar. Pertama saya sempat minder karena saya peserta paling muda dari semua peserta lintas iman, tapi saya pikir-pikir kenapa harus minder? Lagi pula saya belajar banyak dari lokakarya lintas iman.

Dari sekian acara dilokarya lintas iman, yang paling saya suka dan mengesankan itu pada waktu acaranya Bpk. Br. Heribertus Irianto, karena menarik dan menyenangkan.

TERIMA KASIH

YENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *