Berkunjung ke Ponpes Edi Mancoro

Asyiknya Menginap di Ponpes Edi Mancoro Salatiga
(tulisan oleh : cantrik INNE SINTHYA & cantrik KRISTINA NATALIA)

Tanggal 27 Desember 2014 sesudah bersama Ki Atma menghadiri perayaan Natal di Juwangi, kami berangkat ke Salatiga. Tujuan kami para cantrik Padepokan Mardika diantar para pengasuh ke Pondok Pesantren Edi Mancoro di Gedangan Salatiga untuk live in selama 3 hari. Perjalanan disertai hujan yang begitu deras menambah kantuk kami yang sudah beraktivitas dari pagi. Perjalanan Juwangi-Salatiga sekitar 1, 5 jam, menjelang maghrib kami tiba di Ponpes Edi Mancoro, Gedangan dan diterima oleh salah satu santriwati yaitu Mbak Astri. Mbak Astri yang kemudian menjadi pemandu kami. Lalu kami semua ber-6, cantrik Padepokan Mardika diajak ke pondok santri putri untuk bergabung dan berkenalan dengan santriwati yang ada di sana. Supaya kami segera dapat mengenal para santriwati Edi Mancoro, cantrik Padepokan Mardika dikelompokkan berdua-dua dan tidur dengan santriwati Edi Mancoro. Sementara itu Ki Atma, ibu Asrama kami dan ibu Priyani salah satu pengasuh Padepokan pamit pulang kembali ke Purwodadi, Grobogan.

Sesudah mendapatkan kamar dan teman, kami meletakkan barang bawaan kami di tempat yang telah disediakan kemudian mandi. Di Ponpes Edi Mancoro para santri membeli makan baik pagi, siang maupun malam sendiri. Begitu pula dengan kami, sesudah sholat maghrib, bersama santriwati lain kami membeli makan di sekitar Ponpes. Kegiatan sesudah makan malam adalah belajar hadits. Kami juga mengikuti kegiatan ini, cantrik Padepokan Mardika yang beragama Kristen juga mengikuti kelas belajar hadits ini. Malam ini kami mempelajari hadits Rasul yang dibimbing oleh Ustadz Abdul Manaf. Bab yang dipelajari yaitu Al-hibah yang artinya pemberian mutlak pada zaman jahiliyah, riwayat ini ditulis oleh Anir Nukma bin Bazir. Usai belajar kami semua kembali ke pondok bagian putri, lalu beristirahat.

Keesokan harinya, 28 Desember 2014 menjelang fajar, kami menjalankan sholat subuh berjamaah yang diimami oleh Ustadz Akrom Musabbi , dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin. Kemudian kami belajar kitab hadits dengan Ustadz Abdul Manaf. Usai belajar kami juga mengikuti kegiatan santri yang lainnya seperti mengikuti piket bersih-bersih lingkungan sekitar ponpes area putri. Setelah itu kami mandi, lalu membeli sarapan pagi.

Usai sarapan pagi kami diajak mbak Astri untuk pergi jalan-jalan ke JB (jalan baru) atau pasar bazar. Disana kami melihat berbagai macam dagangan yang ditawarkan oleh para pedagang. Lia dan Ester membeli kaos kaki, yang lain saya tidak tahu, mungkin juga membeli beberapa barang jajajnan. Setelah lelah berkeliling melihat barang yang dijajakan, kami memutuskan untuk makan siang di warung nasi liwet yang ada di sana. Usai makan kami pulang ke pondok, lalu saya (Inne sinthya), mbak Yeni dan Ester pergi ke perpustakaan ponpes untuk membaca buku di sana.

Inne membaca salah satu buku yang berjudul “Kaki tangan Dajjal di Indonesia”, buku ini berkisah tentang kejahatan manusia di bumi yang telah dilakukan terhadap sesamanya. Ada juga diceritakan beberapa tanda-tanda serta asal muasal Dajjal akan bangkit. Belum selesai membaca, sudah ada adzan Ashar berkumandang jadi Inne terpaksa harus menutup buku lalu pulang ke pondok dan menjalankan kewajiban sholat Ashar. Seusai sholat, kami membeli makan dan menonton film bersama santri putri lainnya. Setelah selesai menonton film, kami lalu mandi.
Malam harinya , kami semua sholat maghrib berjamaah , lalu membeli makan malam. Seusai makan, kami mengikuti sekolah malam bersama para santri putra dan putri. Kami harus perkenalan setiap masuk ke kelasnya, karena terdapat beberapa tingkatan kelas. Usai perkenalan, kami ikut sholawatan bersama.

Hari ketiga, 29 Desember 2014 pagi , kami mengikuti kegiatan rutin sama seperti hari kedua. Siang harinya, Lia diajak salah satu santri putri ke kampus IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Salatiga. Lia dikenalkan dengan teman-teman kampus mbak Puput, salah satu santri putri ponpes EDI MANCORO. Lalu ia diajak melihat setiap kelas dan perpustakaan. Sembari menunggu mbak Puput ujian, mbak Lia diajak oleh teman-teman mbak Puput melihat-lihat dan membaca buku di perpustakaan IAIN Salatiga. Setelah selesai membaca ia diajak ke kantin mahasiwa untuk makan lotek dan mie ayam. Lia dan teman-teman mbak Puput saling berbagi pengalaman dan bercerita tentang iman keyakinan masing-masing sebatas saling mengetahui. Lia sendiri warga Gereja Kristen Jawa. kami saling berbagi cerita untuk lebih saling mengenal. Seusai makan, Lia diajak ke base camp pecinta alam dan diajari banyak hal seperti panjat tebing , kegiatan mendaki yang sering dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi pecinta alam.
Usai belajar di base camp , kami kembali menemui mbak Puput yang telah selesai ujian lalu kami jalan-jalan ke kota Salatiga. Mbak Puput menunjukkan tempat-tempat umum di Salatiga seperti kantor polisi, Rumah sakit, Gereja, Perpusda, rute jalan Salatiga , dll. Setelah usai jalan-jalan kami pulang ke ponpes untuk istirahat.
Malam harinya , kami mengikuti kegiatan rutin seperti malam yang kemarin, tetapi ada beberapa santri lain yang sedang mengikuti ujian/tes sehingga tidak mengikuti kegiatan bersama. Setelah itu kami mengikuti sholawatan.
Hari ke-4, 30 Desember 2014 pagi , kami melakukan kegiatan rutin sama seperti kemarin. Lalu siang harinya kami pergi ke pasar untuk membeli sandal. Usai dari pasar kami pulang dan beristirahat. Ini adalah hari terakhir kami di ponpes EDI MANCORO, jadi kami bersiap-siap untuk pulang. Lalu kami berpamitan dengan para santri putri, setelah itu kami diantar oleh mbak Astri ke rumah Kiai Hanif atau pemilik ponpes EDI MANCORO untuk berpamitan.

Kami dijemput Ibu Priyani untuk kembali pulang ke Padepokan Mardika.

KESAN/Hal baik yang kami dapatkan dari program ini yaitu :

  • Kami mendapat banyak cerita seputar pengalaman belajar dan mencari ilmu dari beberapa santri
  • Kami juga mendapat beberapa ilmu baru dan kenalan baru
  • Kami mendapat pelajaran baru tentang pentingnya hidup bersama , saling membantu dan melestarikan lingkungan
  • Kami mendapat pelajaran disiplin dan menaati tata tertib

Lain waktu perlu diadakan program semacam ini , karena bisa menambah wawasan kami untuk mempelajari lingkup kehidupan suatu organisasi/pondok lalu kami bisa menerapkannya sisi positifnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *