Arsip Kategori: Aktivitas

Berisi tulisan dan dokumentasi visual kegiatan padepokan

SUTAMI

Namanya Sutami, lahir pada 31 Desember 1933. Tempat tinggalnya di Soponyono V/4 Purwodadi. Suaminya bernama Parto Parman, terlahir pada 4 April 1911 dan meninggal pada 8 Juli 1987. Sewaktu masih hidup mbah Parto Parman bekerja di PUK. Dua orang anak dimiliki oleh keluarga ini, yaitu Yohanes Martono yang kini tinggal di Jakarta, dan Suparmi yang tinggal bersama mbah Sutami.

Ki Atma

foto 1: mbah Sutami
foto 2: mbah Sutami dilayani perjamuan istimewa. Di sebelah kiri Bp. Bambang dan Bp. Ribudiyanto, keduanya majelis gereja, dan di sebelah kanan ibu Winarsih, isteri Bp. Bambang dan ibu Tonari

SENDANG CAYA

Pulang dari bertandang ke Ngori, tempat tinggal orang tua cantrikwati Aris dan Wita, mampir ke sendang Caya. Sendang yang dikeramatkan untuk mendapatkan berkat awet muda dengan jalan membasuh muka di sendang Caya itu. Sayang, tidak dirawat dan dijaga kebersihan, apalagi kesaakralannya. Duduk di tepi sendang, tanpa membasuh muka, namun para cantrikwati sudah tahu bahwa ada kekayaan alam yang tersia-sia. sebuah pelajaran penting agar tidak mengulang kesalahan sama.

Program Kerja

  1. Belajar berdiskusi, mengemukakan pendapat, menulis.
    • setiap senin dan rabu ada relawan, warga gereja yang mengajar bahasa Inggris
    • setiap pagi jam 4.30 dan sore jam 15.00 cantrikwati belajar bahasa Inggris dan membaca serta menulis di Pondok Mardika; pastori Ki Atma
    • diskusi dan memecahkan masalah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari; misalnya ketika ada temannya melakukan kesalahan, apa yang harus mereka lakukan dan putuskan
  2. Berlatih mengurus rumah tangga, mengelola keuangan keluarga
    • Pengurus memberikan uang belanja bulanan dipegang bendahara cantrik dan ada korve masak
  3. Latihan hidup mandiri
    • Korve bersih-bersih dan memberi makan hewan serta menyiram kebun menjadi sarana berlatih mencintai alam, berlatih kreatif dalam mengatur ekonomi keluarga dan mencari tambahan penghasilan dari panen pisang, panen cabe dan tanam-tanaman di kebun.
  4. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat dan keagamaan.
    • Cantrik padepokan meskipun berbeda-beda keyakinan (agama, gereja) tetapi selalu dilibatkan dalam kegiatan baik di GKJ Purwodadi maupun kegiatan kampung; sosial dan keagamaan
  5. Belajar bertoleransi dalam perbedaan keyakinan iman, sosial